SMK PUSDIKHUBAD CIMAHI

KOMP. MICROWAVE NO. 1 KALIDAM KOTA CIMAHI

Penyuluhan Narkoba oleh BNN di SMK PUSDIKHUBAD Cimahi Tahun Ajaran 2018/2019

Sabtu, 21 Juli 2018 ~ Oleh SMK PUSDIKHUBAD CIMAHI ~ Dilihat 18 Kali

Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dilaksanakan di SMK PUSDIKHUBAD CIMAHI memberikan berbagai materi kepada para peserta didik baru, satu di antaranya adalah penyuluhan mengenai narkoba oleh pihak BNN Kota Cimahi yang diundang langsung untuk datang ke sekolah. Pada saat ini narkoba sudah menjadi masalah yang sangat merajalela di kalangan masyarakat terutama di kalangan remaja. Bahaya narkoba ternyata tidak hanya mengancam anak-anak di usia remaja, tetapi sudah dikonsumsi oleh anak-anak di bawah usia remaja. Bahkan tercatat pada tahun 2007, sebanyak 81.702 pelajar di lingkungan SD, SMP dan SMA sudah menggunakan narkoba. Dan data setiap tahunnya selalu meningkat.

Narkoba (singkatan dari narkotika, psikotropika dan bahan adiktif  berbahaya lainnya) adalah bahan/zat yang jika dimasukkan dalam tubuh manusia, baik secara oral/diminum, dihirup, maupun di suntikan, dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang. narkoba dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi) fisik dan psikologis.

Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan. Tanaman tersebut seperti tanaman ganja. Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku. Seperti ekstasi, shabu-shabu, trapadol, dextro, dan bahkan komix pun dapat disalahgunakan. Bahan Adiktif berbahaya lainnya adalah bahan-bahan alamiah, semi sintetis maupun sintetis yang dapat dipakai sebagai pengganti morfin atau kokain yang dapat mengganggu sistem syaraf pusat. Alkohol yang mengandung  ethyl etanol, inhalen/sniffing (bahan pelarut) berupa zat organik (karbon) yang menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anaestetik jika aromanya dihisap. Contoh: lem/perekat, aceton, ether, dan lain sebagainya.

Efek dari narkoba dapat dibedakan menjadi tiga yaitu, (1.) Depresen, yaitu menekan sistem-sistem syaraf pusat dan mengurangi aktivitas  fungsional tubuh sehingga dapat menimbukan pemakai merasa tenang walaupun dalam keadaan gelisah dan cemas. Jenis narkoba depresen antara lain opioda, morphin, dan heroin serta yang populer sekarang adalah putaw. (2.) Stimulan, merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan serta kesadaran. Jenis stimulan: Kafein, Kokain, Amphetamin. Contoh yang sekarang sering dipakai adalah Shabu-shabu dan Ekstasi. (3.) Halusinogen, efek utamanya adalah mengubah daya persepsi atau mengakibatkan halusinasi. Halusinogen kebanyakan berasal dari tanaman seperti mescaline dari kaktus dan psilocybin dari jamur-jamuran. Selain itu ada juga yang diramu di laboratorium seperti LSD. Yang paling banyak dipakai adalah marijuana atau ganja, yang mengakibatkan timbulnya halusinasi sehingga pengguna tampak senang berkhayal.

Kebanyakan zat dalam narkoba sebenarnya digunakan untuk pengobatan dan penelitian. Tetapi karena berbagai alasan - mulai dari keinginan untuk coba-coba, ikut trend/gaya, lambang status sosial, ingin melupakan persoalan, dan lain sebagainya, maka narkoba kemudian di salah gunakan. Penggunaan terus menerus dan berlanjut akan menyebabkan ketergantungan dan kecanduan. Penyalahgunaan ini tentu saja berdampak pada kehidupan seseorang, baik secara fisik, psikis dan sosial.

Dengan adanya permasalahan penyalahgunaan narkoba kita dapat menanggulangi atau meminimalisir penyalahgunaan tersebut yaitu, melakukan penyuluhan informasi mengenai bahaya narkoba dalam dunia pendidikan, keluarga, instansi pemerintah seperti BKKBN. Selain itu juga dapat dilakukan  menanamkan ajaran-ajaran agama dan menciptakan lingkungan keluarga dan masyarakat yang positif. Hal ini dapat dilakukan melalui komunikasi dua arah, bersikap terbuka dan jujur. Masalah pencegahan penyalahgunaan narkoba bukanlah menjadi tugas dari sekelompok orang saja, melainkan menjadi tugas kita bersama. Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba yang dilakukan sejak dini sangatlah baik, tentunya dengan pengetahuan yang cukup tentang penanggulangan tersebut. Peran orang tua dalam keluarga dan juga peran pendidik di sekolah sangatlah besar bagi pencegahan penanggulangan terhadap narkoba.  

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

Kalpen M. Sahiundaleng, SE.M.M

Para pengunjung situs yang berbahagia, kami ucapkan selamat datang di situs SMK PUSDIKHUBAD CIMAHI ini. Bahwasanya kami sadar sepenuhnya dalam…

Selengkapnya