SMK PUSDIKHUBAD CIMAHI

KOMP. MICROWAVE NO. 1 KALIDAM KOTA CIMAHI

PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN (P3K)

Sabtu, 21 Juli 2018 ~ Oleh SMK PUSDIKHUBAD CIMAHI ~ Dilihat 35 Kali

Palang Merah Remaja (PMR) sudah tidak asing lagi kita dengar, dalam setiap sekolah PMR telah menjadi salah satu peranan penting yang harus ada. PMR merupakan salah satu kekuatan PMI untuk membantu melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusian dibidang kesehatan dan siaga bencana. PMR adalah binaan dari PMI yang bertujuan untuk membangun remaja yang berkepalangmerahan yang siap menjadi relawan pada masyarakat di masa yang akan datang.

Dalam ekstrakurikuler PMR terdapat beberapa tindakan salah satunya yaitu tindakan P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan). P3K merupakan upaya pertolongan atau perawatan sementara terhadap korban kecelakaan sebelum mendapat pertolongan yang lebih serius, tetapi hanyalah berupa pertolongan sementara yang dilakukan oleh anggota  PMR atau oleh orang awam yang pertama kali melihat korban kecelakaan. Pemberian P3K harus secara cepat dan tepat dengan menggunakan sarana prasarana yang ada di tempat kejadian. Tindakan yang di lakukan dengan benar akan mengurangi penderitaan dan menyelamatkan korban, tetapi bila tindakan P3K dilakukan tidak baik bisa memperburuk keadaan korban.

contoh tindakan pertolongan pertama

Cara memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan, yang pertama jangan panik, berlakulah cekatan tetapi tetap tenang. Apabila kecelakaan bersifat massal, maka korban –korban yang mendapat luka ringan dapat dikerahkan untuk membantu, khususnya bagi korban yang medapatkan luka paling parah.

Kedua, jauhkan atau hindarkan korban dari kecelakaan berikurnya. Pentingnya menjauhkan dari sumber kecelakaanya untuk mencegah terjadinya kecelakaan ulang yang akan memperberat kondisi korban. Keuntungan lainnya adalah penolong dapat memberikan pertolongan dengan tenang dan dapat lebih mengkonsentrasikan perhatiannya pada kondisi korban yang di tolongnnya. Kerugian bila dilakukan secara tergesa-gesa yaitu dapat membahayakan kondisi korban.

Ketiga, perhatikanlah pernapasan dan denyut jantung korban. Bila pernapasan penderitaan berhenti segera beri pernapasan bantuan. Keempat, jika terjadi pendarahan yang keluar tutuplah dengan menggunakan sapu tangan atau kain yang bersih yang ada di sekitar kita dan tekankan pada tempat pendarahan kuat-kuat kemudian ikatlah saputangan dengan dasi, baju atau apapun juga agar saputangan tersebut menekan luka itu untuk memberhentikan pendarahan.

Kelima, perhatikan tanda-tanda shock, korban diterlentangan dengan bagian kepala lebih rendah dari letak anggota tubuh yang lain, jika korban muntah dalam keadaan setengah sadar baringkanlah dalam keadaan telungkup dengan letak kepala lebih rendah dari bagian tubuh yang lain.

Keenam, memindahkan korban tidak dengan cara buru-buru. Korban tidak boleh di pindahkan dari tempatnya sebelum dapat dipastikan jenis dan keparahan cedera yang dialaminya, kecuali jika tempat itu tidak memungkinkan bagi korban di biarkan di tempat tersebut. Apabila akan memindahkan korban yang mempunyai cedera patah tulang maka bidai terlebih dahulu bagian yang patahnya dan usahakan agar kepala korban tetap terlindungi dan perhatikan saluran pernapasan agar tidak tersumbat oleh kotoran muntahan.

Ketujuh, segera hubungi rumah sakit atau sentral pengobatan. Karena perlu diingat bahwa pertolongan pertama hanyalah life saving dan mengurangi kecacatan. Selebihnya serahkan keputusan selanjutnya pada dokter atau petugas medis yang berkompeten. Setiap pemberian pada kecelakaan secara terinci tentu berbeda, tergantung pada jenis kecelakaan yang terjadi, jenis dan bentuk cedera serta situasi dan kondisi korban. Namun pada dasarnya pertolongan pertama pada kecelakaan harus dilakukan.

Menjadi anggota PMR tidaklah mudah, menjadi seorang penolong di sekolah ataupun di luar sekolah merupakan perbuatan yang sangat mulia. Meski hanya membantu sedikit, namun dengan pertolongan pertama yang diberikan kepada korban kecelakaan sebelum menghubungi pihak yang lebih ahli akan sangat mengurangi cedera yang dialami oleh korban. Sebagai pelaku pertolongan pertama, kita harus mampu berimprovisasi  menggunakan bahan atau peralatan yang ada jika terjadi kekurangan atau ketiadaan peralatan tersebut, sehingga korban bisa ditolong dengan maksimal.

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

Kalpen M. Sahiundaleng, SE.M.M

Para pengunjung situs yang berbahagia, kami ucapkan selamat datang di situs SMK PUSDIKHUBAD CIMAHI ini. Bahwasanya kami sadar sepenuhnya dalam…

Selengkapnya